Posts

SEJARAH BERDIRINYA ISTANA MAIMOON MEDAN SUMATERA UTARA

Image
                 Istana Maimun, juga dikenal sebagai Istana Maimoon, terletak di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Istana ini dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam, yang merupakan sultan Kesultanan Deli pada saat itu. Berikut adalah sejarah singkat berdirinya Istana Maimun: Latar Belakang: Pada abad ke-19, Medan merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Deli yang penting di Sumatera Utara. Pada tahun 1886, Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam naik tahta sebagai sultan. Beliau kemudian memutuskan untuk membangun istana baru yang lebih megah untuk menggantikan istana lama yang sudah tidak layak lagi. Proses Pembangunan: Pada tahun 1888, Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam memulai pembangunan Istana Maimun. Istana ini dirancang oleh arsitek Italia berkebangsaan Milan, dan konstruksi utamanya selesai pada tahun 1891. Nama "Maimun" sendiri diyakini berasal dari nama ibu sultan yang bernama Maimunah. Arsitektur: Istana Maimun memiliki arsitektur yang men

Kota Medan Menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia

Image
  **Jurnal: Kota Medan Menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia** *Abstrak:* Dokumen ini mengulas peristiwa di Kota Medan menjelang dan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Fokusnya adalah pada persiapan dan respons tokoh pemuda setempat terhadap kondisi politik dan sosial saat itu, termasuk penanganan bekas anggota pasukan Jepang dan pembentukan kepolisian Belanda di kawasan Sumatera Timur. *1. Persiapan Menuju Kemerdekaan* Jelang tahun 1945, Kota Medan mengalami gejolak persiapan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Para tokoh pemuda setempat, seperti Letnan Achmad Tahir, merespons tanda-tanda perubahan. Informasi tentang bom atom di Hiroshima dan keinginan Sekutu untuk menduduki Indonesia memicu persiapan dan kekhawatiran. *2. Pemberhentian Kegiatan Pengerahan Pemuda Jepang* Ketika Jepang menyadari kekalahannya, kegiatan pembinaan dan pengerahan pemuda, seperti Heiho, Romusha, Gyu Gun, dan Talapeta, dihentikan. Pada tanggal 20 Agustus 19

Jurnal Penjajahan Belanda di Tanah Deli: Transformasi Kota Medan dan Perkembangan Ekonomi

Image
  **Jurnal Penjajahan Belanda di Tanah Deli: Transformasi Kota Medan dan Perkembangan Ekonomi** *Abstrak:* Dokumen ini membahas periode penjajahan Belanda di Tanah Deli, khususnya perjalanan sejarah Kota Medan dari kampung kecil hingga menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di Sumatera Utara. Periode ini, yang berlangsung sekitar 78 tahun mulai dari 1864 hingga 1942, mencerminkan tantangan dan perubahan signifikan dalam struktur sosial dan ekonomi. *1. Tantangan Penjajahan Belanda di Sumatera* Meskipun Belanda menjajah Nusantara selama setengah abad, menguasai Tanah Deli tidak datang tanpa tantangan. Perang melawan pangeran Diponegoro di Jawa (1825-1830) dan konflik di Aceh, Minangkabau, dan Tapanuli di Sumatera menjadi hambatan besar. Penaklukan Belanda atas Sumatera terhenti setelah perang Paderi (1821-1837) dan keputusan Menteri Jajahan Belanda J.C.Baud untuk menarik pasukan dari Sumatera. *2. Penaklukan Tanah Deli dan Kampung Medan* Penaklukan Tanah Deli oleh Belanda dimulai pa

Jurnal Legenda Kota Medan: Keindahan dan Tragedi Putri Hijau

Image
  **Jurnal Legenda Kota Medan: Keindahan dan Tragedi Putri Hijau** *Abstrak:* Legenda Kota Medan mengisahkan kisah tragis Putri Hijau, seorang putri cantik dari Kesultanan Deli di zaman dahulu. Keindahannya yang sangat terkenal menciptakan cinta Sultan Aceh, namun perlawanannya terhadap lamaran Sultan memicu perang antara Kesultanan Aceh dan Kesultanan Deli. Legenda ini memberikan gambaran tentang kekuatan gaib, perjuangan, dan akhir yang menyedihkan dari Putri Hijau dan saudaranya. *1. Asal Usul Putri Hijau dan Cinta Sultan Aceh* Legenda dimulai dengan kehidupan Putri Hijau, seorang putri cantik dari Kesultanan Deli, diberi nama demikian karena keindahannya yang menyebar ke berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga ujung Utara Pulau Jawa. Cinta Sultan Aceh pada Putri Hijau mendorongnya untuk melamar sebagai permaisurinya. Namun, lamaran ini ditolak oleh saudara laki-laki Putri Hijau, memicu kemarahan Sultan Aceh dan pecahnya perang antara dua kesultanan tersebut. *2. Kekuatan Gaib dan

Jurnal Sejarah Kampung Medan dan Tembakau Deli: Proses Awal Pembentukan dan Perkembangan Kota Medan

Image
  **Jurnal Sejarah Kampung Medan dan Tembakau Deli: Proses Awal Pembentukan dan Perkembangan Kota Medan** *Abstrak:* Dokumen ini mengulas perkembangan awal Kota Medan, yang pada awalnya merupakan kampung kecil bernama "Medan Putri". Lokasinya yang strategis, berada di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, menjadikannya pelabuhan transit penting di jalur perdagangan yang ramai. Seiring waktu, kampung ini berkembang pesat menjadi pusat perkebunan tembakau Deli yang terkenal. *1. Asal Usul Kampung "Medan Putri"* Pada awal perkembangannya, kampung ini dikenal sebagai "Medan Putri". Posisinya yang strategis dekat dengan sungai Deli dan sungai Babura, serta tidak jauh dari jalan Putri Hijau, memicu perkembangan pesat sebagai pelabuhan transit utama di Tanah Deli. Kepopuleran ini tidak terlepas dari pendirian kampung oleh Guru Patimpus, yang mendirikan Medan sebagai kampung pelabuhan yang penting. *2. Pertumbuhan Penduduk dan Mata Pencarian* Dengan waktu, kamp

Jurnal Sejarah Kota Medan: Periode Awal Kota Deli

Image
  **Jurnal Sejarah Kota Medan: Periode Awal Kota Deli** *Abstrak:* Dokumen ini mengulas jejak sejarah Kota Medan, yang pada masa silam dikenal sebagai Tanah Deli. Lokasinya yang terkenal sebagai lahan berawa seluas sekitar 4000 Ha, dengan sungai-sungai seperti Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan, dan Sei Sulang Saling/Sei Kera yang semuanya mengalir ke Selat Malaka. *1. Pengenalan Kota Medan sebagai Tanah Deli* Dahulu kala, Medan menjadi tempat pemukiman yang didirikan oleh masyarakat di Tanah Deli di bawah bimbingan Guru Patimpus. Sejak zaman penjajahan, Medan selalu dikaitkan dengan Deli, menciptakan istilah "Medan-Deli". Namun, setelah kemerdekaan, gelar "Medan Deli" perlahan menghilang dan tidak lagi dikenal luas. Pada masa itu, Tanah Deli merujuk pada wilayah dari Sungai Ular (Deli Serdang) hingga Sungai Wampu di Langkat. Perlu dicatat bahwa Kesultanan Deli yang berkuasa saat itu tidak menguasai daerah di antara ked